welcome

Kamis, 24 Mei 2012

Masjid di desaku

 Masjid di desaku tetap seperi dulu
Konon seratus lebaran telah berlalu
Hanya keranda mayat sudah berganti
Imam penghulu lima turunan
Buku khotbah semakin kusam
Lembaran qur’an brceceran
Tali tali tikar putus simpulnya
Ada mumuk dan kecoak sembunyi

Rumput liar menebar burung kepinis ranum
Perangkai sarang di dekat mihrab
Ke manakah wahai pialang imam?
Serak suara muazim menerpa padang ilalang
Hanya orang-orang tua yang gontai
Terompah kayu dan sarung yang memudar
Mereka tetap setia mengumbar harap

 Masjid di d esaku tetap seperti dulu
Hanya waktu yang berpacu
Kehidupan berganti  baju
Pialang iman ama tergusur
Suara adzan jemu dalam kaset
Orang tua gontai kian menipis , habis!
Marhaban ya pialng salam
Konglomerat segudang harap
Real estate pembawa nikmat

Dan kini masjid di desaku berpoles diri
Cantik lampu-lampu kristal
Amuadzim jemu gema dalam kaset
Yang itu itu juga
Sedang ruang cemerlang memantul cahaya
Tapi hanpa tanpa jiwa tanpa makna

Mihrab masjid di desaku
Telah lama meratap
Tubuhnya yang gagah
Kini tapa toh tanpa jiwa
Magrib sendu bertambah sendu
Hanya gelak tawa para badut menerpa kamar
Masjid di desaku hilang jiwa musnah ambisi
Dan para pialang sujud sumpah diduli televise
Masjid di desaku meratap
Air matanaya berhamburan
Sagava cinta manusia telah  lindap
Karena engkau wahai pengembara  fana
Sungguh tidak lagi peduli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar